Wujudkan Desa Wisata Nyarai Menjadi ASEAN Community Based Tourism Destination, Departemen Pariwisata FPP UNP Adakan Pelatihan Pembuatan Produk Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi dan Pangan Lokal

    Wujudkan Desa Wisata Nyarai Menjadi ASEAN Community Based Tourism Destination, Departemen Pariwisata FPP UNP Adakan Pelatihan Pembuatan Produk Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi dan Pangan Lokal

    PADANG-Untuk menyiapkan desa wisata nyarai menjadi ASEAN community based tourism destination, maka salah satu standar yang harus dipenuhi adalah peningkatan keterlibatan masyarakat UMKM. Untuk itu, tim pengabdian dari Universitas Negeri Padang melalui program pengembangan nagari binaan yang diketuai oleh Feri Ferdian, Ph.D., CHE dari Departemen Pariwisata Fakultas Pariwisata dan Perhotelan memberikan pelatihan dengan topik "Pembuatan Produk Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi dan Pangan Lokal (Souvenir dan Kuliner)". Adapun pangan lokal yang dijadikan bahan utama disini adalah Asam Kandis. Minggu, (15/10/2023).

    Instruktur pelatihan ini adalah Yulia Mandasari, M.Pd yang memiliki pengalaman dalam bidang Tata Boga baik dari segi makanan dan minuman. Pada kesempatan ini, para masyarakat UMKM diberikan pelatihan tentang pengolahan makanan dan minuman berbasis pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong Desa Wisata Nyarai dalam penguatan penyediaan makanan dan minuman berbasis pangan lokal. Pelatihan ini juga sebagai pemasukan bagi masyarakat untuk dapat mengolah pangan lokal menjadi produk yang bisa sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Nyarai.

    Menurut Yulia Mandasari, M. Pd, seorang pelaku UMKM jangan hanya mempromosikan produk yang akan dijual hanya 1 atau 2 jenis produk makanan dan minuman saja, akan tetapi ciptakanlah banyak produk-produk inovasi yang berkesan dan bisa menjadikan oleh-oleh yang dibawa bagi wisatan.

    Pada kesempatan ini, juga disampaikan bahwa agar masyarakat UMKM juga diakui secara legal, maka para masyarakat UMKM ini juga harus disertifikasi. Pada pelatihan ini, peserta juga diajarkan mengolah produk-produk inovasi yang berbahan dasar pangan lokal yaitu asam kandis. Asam Kandis ini diolah menjadi produk permen dan minuman. (***) 

    padang sumbar
    Adi Kampai

    Adi Kampai

    Artikel Sebelumnya

    Dandim 0312/Padang, Jaga Kesehatan Agar...

    Artikel Berikutnya

    KPK Apresiasi UNP Atas Sukses Roadshow Bus...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Kearifan Masyarakat Bali Sejalan dengan Semangat World Water Forum ke-10
    Para Pemimpin Negara Tiba di Bali Hadiri World Water Forum ke-10
    Menparekraf Ajak Komunitas Bali Ikut Sukseskan Pelaksanaan World Water Forum ke-10
    Hadiri World Water Forum ke-10, Elon Musk Disambut Menko Marves
    Delegasi World Water Forum ke-10 Terpukau Balinese Water Purification Ceremony

    Ikuti Kami